Bogor Perpanjang Masa PSBB Hingga 18 Juni 2020

Pemerintah Kabupaten Bogor menyimpulkan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB akan dilangsungkan mulai tanggal 5 Juni hingga 18 Juni 2020.

Perpanjangan ditata dalam Peraturan Bupati Bogor Tahun 2020 mengenai Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru guna Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Judulnya ini, berlakunya tanggal 5 Juni hingga 18 Juni 2020, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah ketika dihubungi Berita Bogor.

Syarifah menjelaskan perpanjangan PSBB kali ini ada 10 pekerjaan atau bidang usaha yang sudah diperbolehkan. Yakni, lokasi peribadatan, bidang pertanian, peternakan, kehutanan, hotel, restoran non-prasmanan, mall, pasar tradisional, minimarket atau supermarket dan industri atau perkantoran.

Semuanya ditata dengan sejumlah pembatasan, kata Syarifah. Syarifah meluruskan, tentang pembukaan lokasi wisata alam non-air. Dia mengatakan, tengah mengkaji ulang pendahuluan wisata tersebut.

Sedang anda koreksi, wisata alam tergolong non air tidak diperkenankan dulu, dikaji lagi (bagaimana) bisa jadi dampaknya terhadap penambahan Covid-19, jelas dia.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengungkapkan dalil untuk memperpanjang PSBB di wilayahnya. Ade mengaku persebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor masih lumayan tinggi dengan jumlah 221 permasalahan positif.

Jadi anda belum dapat menghadapi fase new normal, anda tetap PSBB parsial, dengan kata lain ada 23 desa dan kelurahan yang masih dalam pemantauan ketat, jelas Ade.

Daerah yang masih diperketat, menurut keterangan dari Ade, ialah yang berdampingan dengan distrik DKI Jakarta dan Bekasi di antaranya, Kecamatan Cibinong, Gunung Putri, Cileungsi, Bojong Gede dan Kemang. Di distrik tersebut, dia menyatakan, mesti tetap mengerjakan pembatasan cocok dengan aturan PSBB.

Meskipun demikian, Ade menyatakan, Pemkab Bogor bakal melonggarkan aturan PSBB di sebanyak sektor.

Jadi pembatasan tersebut harus terdapat yang anda urai anda buka ya. Ada sejumlah fase yang mesti anda tempuh, jelas dia. Dalam PSBB kali ini, Ade mengaku masyarakat sudah diizinkan untuk melangsungkan kembali kegiatan peribadatan secara berjamaah. Ia menyatakan, kegiatan tersebut tetap mesti memakai protokol kesehatan.

Masyarakat sudah dapat sholat Jumat (berjamaah) namun dengan aturan dan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat diharapkan lumayan paham dari bahaya virus ini, ucap dia. Mengenai wisata non-air, Ade mengaku, pihaknya masih mempertimbangkan guna membukanya.

Namun guna wisata air laksana waterboom maupun pemandian, Ade menegaskan guna tidak dimulai terlebih dahulu. Jadi wisata yang tidak riskan atau tidak dapat masif atau dapat jaga jarak tersebut sedang kita penilaian dan anda rumuskan protokolnya, ungkapnya. Ada menjelaskan, sudah menerima sejumlah pengusulan wisata non-air guna kembali beroperasi dengan mengisi protokol kesehatan.

Leave a Comment